G
N
I
D
A
O
L

“Jadilah Pemimpin yang Melayani” : Pesan Membakar Semangat dari Jessica, Ketua OSIS SMK Poncol di LDKS 2026

GUNUNG GEULIS, 18 Agustus 2026 – Di tengah hiruk-pikuk kegiatan hari pertama Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMK Poncol 2026 di Kampung Jawa, Desa Gunung Geulis, Jessica, Ketua OSIS SMK Poncol, menyempatkan diri untuk berbagi pandangan. Sebagai pemimpin organisasi siswa dan salah satu fasilitator dalam kegiatan ini, Jessica memiliki kesan mendalam serta pesan motivasi yang membakar semangat bagi ratusan peserta.

Bagi Jessica, LDKS tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah momentum krusial untuk merajut kembali solidaritas dan membentuk mentalitas kepemimpinan yang sesungguhnya.

Kesan: Bangga Melihat Perjuangan Peserta

Menanggapi jalannya hari pertama yang padat—mulai dari materi karakter bersama para Wali Kelas di pagi hari hingga gemblengan kedisiplinan oleh anggota TNI Kodim 0501 Jakarta Pusat di siang hari—Jessica mengaku sangat terkesan dengan ketahanan mental rekan-rekannya.

“Jujur, melihat teman-teman dan adik-adik berjuang dari pagi sampai sore, dari mendengarkan materi nilai-nilai karakter bersama Bapak/Ibu Guru sampai digembleng fisik dan kedisiplinan oleh Bapak-bapak TNI dari Kodim 0501, saya merasa sangat terharu dan bangga. Lelah itu pasti nyata, terutama di bawah terik matahari Gunung Geulis, tapi saya melihat ada api semangat yang tidak mau padam di mata mereka. Ini membuktikan bahwa generasi muda SMK Poncol punya mental yang tangguh,” ungkap Jessica saat diwawancarai di sela-sela istirahat siang.

Pesan: Lepas Ego, Eratkan Solidaritas

Sebagai Ketua OSIS, Jessica memiliki harapan besar agar esensi dari LDKS ini benar-benar meresap ke dalam diri setiap peserta, terutama bagi calon pengurus OSIS dan MPK yang baru.

“Pesan saya untuk semua peserta, jangan jadikan LDKS ini sekadar formalitas, syarat naik kelas, atau beban yang harus segera dilewati. Jadikan ini sebagai ruang untuk kita ‘reset’ diri. Lepas dulu ego dan zona nyaman masing-masing. Di Kampung Jawa ini, kita bukan lagi sekadar individu atau antar-angkatan, kita adalah satu keluarga besar SMK Poncol. Hargai setiap proses, karena karakter yang kuat tidak dibentuk di ruang kelas yang nyaman, tapi di lapangan saat kita belajar bekerja sama dan saling menopang,” pesannya dengan tegas.

Motivasi: Memimpin dengan Hati dan Ketangguhan

Menutup bincang-bincangnya, Jessica memberikan kalimat motivasi yang menjadi pengingat bagi dirinya sendiri maupun seluruh peserta LDKS 2026. Ia menekankan bahwa kepemimpinan adalah tentang pengabdian, bukan sekadar jabatan.

“Teman-teman, menjadi pemimpin itu bukan tentang siapa yang paling depan, siapa yang paling pintar, atau siapa yang paling keras suaranya. Menjadi pemimpin adalah tentang siapa yang paling siap melayani, paling tangguh saat situasi sulit, dan paling peduli pada sekitarnya. Ingat, keringat yang menetes di kaki Gunung Geulis hari ini adalah investasi untuk karakter kita di masa depan. Jangan menyerah pada lelah, karena pemimpin hebat lahir dari mereka yang berani bertahan saat yang lain memilih mundur. Stay strong, stay humble, and lead with heart!” tutup Jessica dengan senyum penuh semangat.

Kata-kata motivasi dari Jessica ini seolah menjadi bahan bakar tambahan bagi para peserta LDKS. Menjelang sore hari, mereka kembali berbaris dengan langkah yang lebih tegap, siap menghadapi materi malam dan hari-hari berikutnya di perkemahan Kampung Jawa. (DV)

BACA JUGA  Membangun Fondasi Karakter dari Dalam: Para Wali Kelas SMK Poncol Tanamkan Nilai Kepemimpinan Esensial di LDKS 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan kirim
Silahkan Chat
Scan the code
Admin SMK Poncol
Hallo, ada yang bisa dibantu ?...