KAMPUNG JAWA, GUNUNG GEULIS – 20 Agustus 2026 – Di balik kelancaran dan kesuksesan rangkaian kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMK Poncol 2026, terdapat sosok-sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja tanpa lelah memastikan keselamatan dan kesehatan setiap peserta. Mereka adalah Tim Medis LDKS, yang dikenal sangat sigap, cekatan, dan penuh dedikasi di setiap sudut lokasi perkemahan Kampung Jawa, kaki Gunung Geulis.
Tim medis tahun ini dibentuk dengan struktur yang solid dan terlatih. Di bawah koordinasi dua guru pendamping berpengalaman, yakni Ibu Mariam, dan Ibu Indah, tim ini diperkuat oleh 10 siswa-siswi SMK Poncol yang telah melewati seleksi dan pembekalan dasar pertolongan pertama (PPPK) sebelum keberangkatan. Kolaborasi antara guru dan siswa ini menciptakan dinamika kerja yang profesional sekaligus edukatif.
Sepanjang hari pertama hingga hari ketiga kegiatan, tim medis secara proaktif memantau kondisi para peserta. Mulai dari pembagian vitamin dan pengawasan ketat selama materi fisik bersama TNI, hingga siaga di pos kesehatan (Posko Medis) yang beroperasi 24 jam. Tidak sedikit peserta yang mengalami kelelahan, dehidrasi ringan, atau luka lecet akibat aktivitas outbound, namun berkat penanganan yang cepat dan tepat dari tim medis, kondisi mereka segera pulih dan dapat kembali mengikuti kegiatan.

Ibu Mariam, selaku koordinator tim medis, menekankan bahwa keselamatan peserta adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Tantangan di alam terbuka seperti di Gunung Geulis ini memang tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, kami dan ke-10 siswa tim medis selalu siaga 24 jam. Kami tidak hanya menunggu di posko, tetapi juga melakukan sweeping kesehatan ke barisan dan area tenda. Saya sangat bangga dengan ke-10 siswa kami; mereka bekerja sangat cekatan, tidak takut kotor, dan memiliki empati yang tinggi terhadap rekan-rekannya yang sakit,” ujar Ibu Mariam saat memantau distribusi obat-obatan di Posko Medis.
Salah satu anggota tim medis siswa, Adel, celin dan yang lainnya , mengungkapkan bahwa pengalaman ini menjadi pembelajaran nyata tentang tanggung jawab dan kerja sama tim di luar teori kelas.
“Awalnya saya agak gugup, tapi Bu Mariam dan Bu Indah membimbing kami dengan sangat baik. Ketika ada teman yang pingsan saat upacara pembukaan kemarin, kami langsung bergerak cepat: mengamankan area, memberikan pertolongan pertama, dan melaporkan ke pembina. Melihat teman itu bisa sadar dan lanjut kegiatan lagi, rasanya puas banget. Ini membuktikan bahwa skill medis yang kami pelajari di sekolah benar-benar berguna,” cerita Adel dan celin dengan penuh semangat.

Kehadiran tim medis yang solid ini tidak hanya memberikan rasa aman bagi para peserta, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran bagi para orang tua dan pihak sekolah. Dedikasi Ibu Mariam, Ibu Indah, dan ke-10 siswa tim medis menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dan kepemimpinan di SMK Poncol tidak hanya diajarkan melalui materi di atas panggung, tetapi juga dipraktikkan melalui tindakan nyata melayani dan melindungi sesama.
Dengan dukungan tim medis yang prima, peserta LDKS SMK Poncol 2026 dapat menyalurkan seluruh energi mereka untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga puncak acara, dengan jaminan kesehatan dan keselamatan yang terjamin. (DV)
