G
N
I
D
A
O
L

Hari Kedua LDKS SMK Poncol 2026 Dimulai dengan Sholat Subuh Berjamaah dan Senam Pagi Penuh Energi

KAMPUNG JAWA, GUNUNG GEULIS – 19 Agustus 2026 – Langit di kawasan Kampung Jawa, Desa Gunung Geulis, masih berwarna biru pekat ketika suara azan Subuh berkumandang lembut membelah keheningan alam pegunungan, Rabu (19/8). Satu per satu, para peserta Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SMK Poncol 2026 bangkit dari tenda masing-masing, mengusir rasa kantuk dan dingin yang masih menempel di tubuh, lalu melangkah menuju lapangan utama untuk menunaikan Sholat Subuh berjamaah. Momen inilah yang menjadi pembuka hari kedua LDKS: sebuah awal yang tenang, khidmat, dan penuh makna.

Tidak ada suara bising, tidak ada teriakan komando, yang ada hanyalah barisan shaf yang rapi, lantunan doa yang lirih, serta napas-napas muda yang menyatu dengan udara pagi pegunungan. Bagi para peserta, ibadah di alam terbuka seperti ini menghadirkan pengalaman spiritual yang berbeda. Jika biasanya sholat dilakukan di mushola sekolah atau kamar masing-masing, kali ini mereka berjamaah di bawah langit luas, suasana desa Gunung Geulis sebagai saksi bisu perjuangan mereka menuntut ilmu kepemimpinan.

 

Membangun Kekuatan dari Dalam

Panitia LDKS SMK Poncol 2026 memang sengaja menempatkan Sholat Subuh berjamaah sebagai agenda pembuka hari kedua. Bukan tanpa alasan, kegiatan ini dimaksudkan untuk membentuk keseimbangan antara kekuatan fisik, mental, dan spiritual. Seorang pemimpin, menurut para pembina, tidak cukup hanya memiliki tubuh yang kuat dan otak yang cerdas, tetapi juga hati yang bersih dan jiwa yang tenang.

Usai melaksanakan sholat, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah singkat dari guru pembina. Dalam pesan singkatnya, para pembina mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati selalu dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri: bangun tepat waktu, melawan rasa malas, menjaga kedisiplinan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai sederhana inilah yang justru menjadi fondasi paling penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin muda.

“Di sini kalian tidak hanya belajar bagaimana memimpin orang lain, tetapi juga belajar memimpin diri sendiri. Ketika kalian mampu mengalahkan rasa malas untuk bangun pagi, mampu berdiri rapi dalam shaf, dan mampu berdoa dengan khusyuk, di situlah kalian sedang belajar menjadi pemimpin yang sejati,” ujar salah satu guru pembina dalam tausiyahnya yang disambut anggukan serius para peserta.

 

BACA JUGA  Eksotisme Bali Menjadi Saksi Perayaan Kelulusan Siswa SMK Poncol

Dari Kekhusyukan Menuju Semangat Membara

Jika suasana Subuh dipenuhi ketenangan, maka suasana berubah drastis ketika matahari mulai menampakkan sinarnya di balik pepohonan Kampung Jawa. Setelah sarapan pagi bersama, ratusan peserta kembali berkumpul di lapangan utama untuk mengikuti senam pagi bersama. Musik berirama cepat mulai mengalun, memecah udara dingin yang perlahan tergantikan oleh hangatnya mentari pagi.

Dipandu oleh panitia dan guru pendamping, para peserta bergerak serentak mengikuti setiap gerakan senam. Dari peregangan ringan, gerakan tangan, langkah kaki, hingga lompatan-lompatan kecil yang memacu adrenalin, semuanya dilakukan dengan penuh semangat. Awalnya, sebagian peserta masih terlihat kaku dan menahan dingin, namun perlahan suasana berubah menjadi riang dan penuh tawa. Kekompakan gerakan mereka seolah menunjukkan bahwa setelah dua hari bersama, ikatan persaudaraan di antara para siswa SMK Poncol semakin menguat.

Sorak-sorai peserta semakin ramai ketika instruktur senam memberikan gerakan-gerakan unik yang mengundang gelak tawa. Ada yang salah langkah, ada yang tertinggal irama, namun justru di situlah letak keceriaannya. Tidak ada jarak antara jurusan DKV, Teknik, maupun jurusan lainnya. Yang ada hanya satu identitas: siswa-siswi SMK Poncol yang sedang belajar tumbuh bersama.

Segarnya Udara, Segarnya Semangat

Bagi para peserta, senam pagi di desa Gunung Geulis menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Udara yang bersih, pemandangan hijau, serta kebersamaan dengan teman-teman membuat aktivitas fisik terasa jauh lebih menyenangkan. Lelah yang tersisa dari kegiatan hari pertama seakan luruh oleh semangat baru yang tumbuh di pagi itu.

Salah satu peserta, Angga, siswa kelas X, mengaku sangat menikmati suasana pagi di hari kedua LDKS.

“Tadi pagi waktu sholat Subuh, rasanya tenang banget. Anginnya dingin, suasananya khusyuk, beda sekali kalau dibanding sholat di rumah yang kadang masih ngantuk. Terus habis itu senam bareng, seru banget! Badan langsung hangat, hati juga jadi senang. Rasanya siap banget buat ikut kegiatan hari ini,” ungkapnya dengan wajah cerah.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu panitia. Menurutnya, kombinasi ibadah dan olahraga di pagi hari merupakan formula yang tepat untuk menjaga kondisi peserta tetap prima. Selain menyehatkan tubuh, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan semangat positif sebelum peserta memasuki rangkaian materi inti seperti outbound, simulasi kepemimpinan, dan permainan kerja sama tim.

Menyongsong Tantangan Hari Kedua

Setelah senam pagi selesai, para peserta tampak berbaris rapi kembali. Wajah mereka kini terlihat lebih segar, mata mereka lebih berbinar, dan langkah mereka lebih tegap. Energi positif yang terbangun sejak Subuh seolah menjadi bekal utama untuk menghadapi berbagai tantangan yang telah menanti sepanjang hari kedua.

Di kejauhan, pohon – pohon  berdiri kokoh, seolah memberi pesan bahwa setiap pemimpin harus mampu berdiri teguh menghadapi berbagai ujian. Sementara di sekelilingnya, para siswa SMK Poncol telah membuktikan bahwa mereka sedang berproses, bukan hanya untuk menjadi pengurus OSIS atau pemimpin organisasi, tetapi juga menjadi pribadi yang lebih disiplin, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab.

Hari kedua LDKS SMK Poncol 2026 pun dimulai dengan fondasi yang kuat: doa yang menenangkan hati, tubuh yang segar oleh olahraga, serta semangat kebersamaan yang menyala di antara ratusan siswa. Dari Kampung Jawa di kaki Gunung Geulis, para calon pemimpin muda ini melangkah desadengan keyakinan baru bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan soal karakter, keteladanan, dan kemauan untuk terus bertumbuh. (DV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Silahkan kirim
Silahkan Chat
Scan the code
Admin SMK Poncol
Hallo, ada yang bisa dibantu ?...